Seaman traveler jalan-jalan ke Pisa Tower.

seaman traveler lagi di pisa tower
dream come true…

Selamat pagi, siang, sore, malam dimana pun brader pengunjung blog ini berada. Kali ini penulis n friends jalan-jalan ke THE LEANING TOWER OF PISA aka menara miring pisa, waduooh… ribetnya bilang ya… ya supaya gampangnya bilang aja pisa tower. Setelah lama menanti, nyari-nyari teman yang mau brangkat bersama dan nyocokin skejul, akhir bisa juga brangkat. Maklum jarak dari port La Spezia Italy ke pisa towernya itu jauh buanget coey,lebih dari sejam dengan taksi plus bayarnya itu extra muahal. Kita ber-6 harus bayar 45 Euro per-orang. Ora popo… yang penting happy, di gaaaas aja… lamjuuut.

Continue reading “Seaman traveler jalan-jalan ke Pisa Tower.”

Mana lebih bagus, kerja di Amerika atau Eropa (cruise ship)??

 

dimana pun itu, yang prnting $$$$

Kontrak ini merupakan kali pertama penulis kerja di Eropa, maksudnya kerja di kapal yang cruising di Eropa dan kontrak-kontrak sebelumnya selalu di benua Amerika (US – Caribbean – Bahamas). Dari tempat ini penulis bisa menarik kesimpulan mana yang lehih bagus, Amerika atau Eropa.

Bagus atau tidaknya kedua tempat ini bisa dilihat dari berbagai sisi, Sisi kerjaan, komunikasi, Penghasilan (tiping system), Inspection, Flight duration, Shopping dll.

Continue reading “Mana lebih bagus, kerja di Amerika atau Eropa (cruise ship)??”

Pelaut lagi galau gara-gara sebuah email. “No more Pt. Ratu Oceania raya”.

No More Pt. Ratu Oceania Raya

Minggu lalu para pelaut Indonesia (Royal Caribean Cruise ltd) dibuat galau oleh sebuah email yang dikirim langsung oleh SHRSS COMMUNICATION (ROYAL). Isinya pemberitahuan tentang Hiring partner resmi dari Royal Caribean Cruise Ltd tidak lagi PT. Ratu Oceania Raya. Yang paling galau itu jelas pelaut-pelaut yang berasal dari Bali, sebab Hiring partner yang baru itu tempatnya di Jakarta dan di Jawa Timur. Teman-teman penulis pada bingung mau ngeReport kemana, dan pada bingung pada kemana nyari Letter Of Guarantee.

Continue reading “Pelaut lagi galau gara-gara sebuah email. “No more Pt. Ratu Oceania raya”.”

Vlog: Kenapa Seaman sulit untuk menyatakan pensiun??

Jujur ya, saat kontrak pertama saya kerja di kapal itu rasanya pengin pulang aja. Apalagi minggu-minggu pertama nyampe di kapal, rasanya itu sungguh-sungguh sangat tidak mengenakkan. Semua terlihat asing, semua terasa asing, dan semua terasa aneh.Dalam hati berkata “ini kontrak terakhirku di kapal, ga mau dah brangkat lagi, enakan kerja dirumah”. And you know… apa yang terjadi selanjutnya, eeeh ternyata balik lagi dan balik lagi. Bikin target baru lagi, abis expired Visa aja dah selesai kerja dikapal, dan apa yang terjadi, baru kemarin renew C1d Visa yang ketiga kalinya. wkwkwkwkwkw… Kapan jadi pensiunnya coey??

Trus kembali lagi ke judul tulisan ini, “Kenapa seaman itu sulit menyatakan pensiun?” Yuuuk kita bahas dibawah ini, kenapa.. why?? Penulis bertanya-tanya pada teman-teman sesama pelaut, dan merangkumnya di tulisan ini.

  1. Utang Numpuk. Inilah alasan paling kuat,  hampir semua pelaut mengalaminya, dan sebelum kita-kita pelaut berangkat berlayar sudah bikin yang namanya UTANG. Yeeep jujur, untuk mengurus keperluan berlayar pertama itu kita harus mengeluarkan uang yang lumayan besar, melebihi 30 juta. Sudah tentu saya pribadi tidak memiliki tabungan sebesar itu untuk membiayai semua itu. Kenapa bisa besar, Of Course… Dokumen-dokumen yang dibutuhkan itu banyak, mulai dari Pasport, Seaman Book, BST, Visa, tiket pesawat dan banyak lagi plus kita kena Fee dari calo (bagi yang ga mau repot) sssst… keep secret ya… wkwkwkwkw…. 
  2. Target/Goal yang belum tercapai. Target apaan nieh?? Ya banyak, ada yang menargetkan punya rumah, ada yang menargetkan punya tanah, ada yang menargetkan punya mobil dan banyak lagi. Kebanyakan seorang pelaut itu ga pernah puas akan targetnya, Goalnya punya rumah, eeeh bikin goal baru lagi… beli mobil baru. Setelah itu bikin goal baru lagi, bikin usaha. trus trus dan truuus.
  3. Gaji terlanjur besar. Ukuran orang bule sieh gajihnya pelaut itu ga ada apa-apanya, tapi untuk ukuran orang Indonesia?? Besar coey… Gajinya manager aja ga sebesar gajinya pelaut, betul ga?? Apalagi pas nyampe rumah, mau ngelamar kerjaan trus digaji Rupiah, teringat akan saat-saat kerja dikapal pesiar bergaji puluhan juta. What happen?? ga trima gaji kecil, balik kerja ke kapal pesiar lagi.
  4. Planning yang salah. That what was happened to me, yeeep… salah perencanaan keuangan, ga bisa ngatur aliran uang. Sesuatu yang seharusnya ga perlu dibeli kita beli, terlalu royal dan uang pun abis ga tau kemana. Apa yang terjadi, Balik lagi ke poin kedua, Goalnya ga bakal pernah tercapai. That correct??
  5. Punya Istri Simpanan Kerja di kapal. Jangan bongkar aibnya orang ya… wkwkwkwk.. Just kidding coeey, Tapi ini benar terjadi looh. Tanfa menunjukkan siapa itu, dan ini tidak terjadi pada penulis “I love my wife”. Ada sebagian pelaut yang punya istri simpanan di kapal dan istri sahnya dirumah menunggu tidak tau apa yang terjadi dengan suaminya di negeri orang. Mereka terlanjur asyik kerja di kapal, apalagi kebutuhan biologisnya terpenuhi setiap harinya, ya jadinya terasa home away from home.
  6. Punya Pacar/ istri resmi di kapal, nah… kalo pacar atau istri resminya bareng-bareng kerja di kapal sieh mantaaap… jangan dibahas dah rasanya gimana coey..

Itu belum semua alasan dari seman yang masih kuat kerja bertahun-tahun bahkan ada yang melebihi 30tahun. Masih banyak lagi alasan-alasan mereka untuk masih mencari si DOLLAR sampe ke negeri orang, tergantung pribadinya dari mereka. Dan mungkin teman-teman pengunjung blog ini punya alasan lain, silahkan utarakan di kolom komen dibawahini.