New Hire: Persiapan isi koper sebelum join ke kapal pesiar

Isi koper pelaut

tulisan kali ini ditujukan pada new hire yang baru pertama kali akan join ke kapal, atau rekan-rekan yang masih bingung akan isi koper. Apa yang harus dibawa dan apa yang ga perlu dibawa. Saya pribadi kadang-kadang kelupaan akan suatu barang dan saat sampai di kapal baru teringat. Untuk mencegah itu kita akan bahas di tulisan ini satu persatu, lets go coeeey…

isi koper pelaut

Kita akan bagi dulu jenisnya, Makanan, toiletries, Pakaian, hand-carry items, dan perlengkapan lainnya.

Makanan

Ini yang paling penting bagi pelaut, maklum lidahnya orang Indonesia itu paling sulit kalau dikasi makanan yang enggak bercita-rasa Indonesia. Sebagian kapal pesiar menyediakan makanan Indonesia di Crew Mess (kantin kru) tapi rasanya tidak sebaik aslinya makanan Indonesia. Jadi kebanyakan Pelaut membawa berbagai bumbu makanan yang ready prepared, Mie Goreng atau Indomie, Sambal (sambal terasi sasetan), ikan teri dalam kemasan plastik, tempe goreng dan sebagainya. Ingat jangan ngebawanya terlalu banyak ya, secukupnya aja coeeey… yang paling penting itu jangan sampai lupa bawa Sambal terasi.

Toiletries

Atau barang-barang kelengkapan toilet, semacam sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi, deodoran, gel rambut, pembalut (buat cewek, yang cowok ga perlu coey), parfum, cotton bud, Detergen, dan sebagainya. Bawalah untuk stok satu bulan, kita juga bisa beli kok setiap port-port yang dikunjungi kapal.

Pakaian

Jangan sampai lupa ya, kebanyakan bawa makanan ntar lupa lagi bawa pakaiannya. Untuk new-hire, kita biasanya dapat pakaian kerja atau beli langsung di kapal, ingat bawa pakaian dalam secukupnya, trus bawa t-shirt putih V neck, pakaian keseharian dan lagi satu ingat bawa kaus kaki (sebagian kapal pesiar menjual kaus kaki dengan kualitas bagus), sepatu untuk kerja dan sepatu harian, dan Sandal.

Hand-Carry Items

Barang-barang yang bisa dimasukkan ke Hand-Carry atau ke back-packnya. Ingat tidak semua jenis barang bisa ditaruh di disana, tergantung dari Airline dan Airportnya. Semisalnya tidak diperbolehkan membawa Liquid melebihi 100ml. Pernah ada kejadian yang dialami seorang teman new-hire yang menaruh sambal terasi di back packnya, pihak imigrsi di Bali membuangnya. Jangan membawa barang-barang tajam, semisalnya pisau dan gunting. Jadi apa dong yang ditaruh di Hand-Carry atau backpack??. Yang utama itu sudah jelas surat-surat berharga, semisalnya Pasport, seaman book, surat kontrak (LOE) Guarantee letter, tiket, BST dan berbagai sertipikan kapal. Taruhlah surat-surat tersebut dalam satu Folder. Benda-benda yang lainnya yaitu sepasang kaus kaki, CD (paian dalam), beberapa pakaian, Laptop (kalau ada), sikat gigi-pasta spesial traveler (sudah sepaket), pulpen, kaca mata (biar gaul), note book dan power bank. Eeeiiit… jangan lupa bawa chager Hpnya ya.

Perlengkapan lainnya

Apa saja perlengkapan lainnya?, ya yang tidak disebutkan diatas, semisalnya benang-jarum (buat jarit-jarit ringan), Alarm, spare batre, alat tulis-menulis, kopi saset, obat-obatan dan apa lagi ya?? Mikir-mikir dulu nieh mungkin ada yang kelupaan.

oasis europe season

Saran dari penulis, buatlah list dari barang yang akan dibawa setidaknya seminggu sebelum berangkat. Pikirkan barang-barang yang memang benar-benar sulit ditemukan atau dibeli diluar negeri, dan jangan sampai overload, kapasitas per kopernya 22kg dan kalau melebihi itu disarannkan membawa koper yang kedua, jangan dipaksakan untuk muat di satu koper jika tidak mau ada biaya tambahan saat check in di Airport. Pikirkan skala prioritas untuk barang-barang yang ditaruh di Hand-Carry atau back pack, jangan melebihi 7kg atau tergantung dari batasan yang diijinkan setiap Airline.

Dan Sekian dulu tips nya… see you di tulisan-tulisan berikunya, kalau ada saran atau tambahan, silahkan lampirkan di kolom komen di bawah ini.

Please follow and like us:
error0
Tweet 20
fb-share-icon20

Seaman traveler jalan-jalan ke Pisa Tower.

seaman traveler lagi di pisa tower
dream come true…

Selamat pagi, siang, sore, malam dimana pun brader pengunjung blog ini berada. Kali ini penulis n friends jalan-jalan ke THE LEANING TOWER OF PISA aka menara miring pisa, waduooh… ribetnya bilang ya… ya supaya gampangnya bilang aja pisa tower. Setelah lama menanti, nyari-nyari teman yang mau brangkat bersama dan nyocokin skejul, akhir bisa juga brangkat. Maklum jarak dari port La Spezia Italy ke pisa towernya itu jauh buanget coey,lebih dari sejam dengan taksi plus bayarnya itu extra muahal. Kita ber-6 harus bayar 45 Euro per-orang. Ora popo… yang penting happy, di gaaaas aja… lamjuuut.

Continue reading “Seaman traveler jalan-jalan ke Pisa Tower.”

Please follow and like us:
error0
Tweet 20
fb-share-icon20

Mana lebih bagus, kerja di Amerika atau Eropa (cruise ship)??

 

dimana pun itu, yang prnting $$$$

Kontrak ini merupakan kali pertama penulis kerja di Eropa, maksudnya kerja di kapal yang cruising di Eropa dan kontrak-kontrak sebelumnya selalu di benua Amerika (US – Caribbean – Bahamas). Dari tempat ini penulis bisa menarik kesimpulan mana yang lehih bagus, Amerika atau Eropa.

Bagus atau tidaknya kedua tempat ini bisa dilihat dari berbagai sisi, Sisi kerjaan, komunikasi, Penghasilan (tiping system), Inspection, Flight duration, Shopping dll.

Continue reading “Mana lebih bagus, kerja di Amerika atau Eropa (cruise ship)??”

Please follow and like us:
error0
Tweet 20
fb-share-icon20

Pelaut lagi galau gara-gara sebuah email. “No more Pt. Ratu Oceania raya”.

No More Pt. Ratu Oceania Raya

Minggu lalu para pelaut Indonesia (Royal Caribean Cruise ltd) dibuat galau oleh sebuah email yang dikirim langsung oleh SHRSS COMMUNICATION (ROYAL). Isinya pemberitahuan tentang Hiring partner resmi dari Royal Caribean Cruise Ltd tidak lagi PT. Ratu Oceania Raya. Yang paling galau itu jelas pelaut-pelaut yang berasal dari Bali, sebab Hiring partner yang baru itu tempatnya di Jakarta dan di Jawa Timur. Teman-teman penulis pada bingung mau ngeReport kemana, dan pada bingung pada kemana nyari Letter Of Guarantee.

Continue reading “Pelaut lagi galau gara-gara sebuah email. “No more Pt. Ratu Oceania raya”.”
Please follow and like us:
error0
Tweet 20
fb-share-icon20

Vlog: Kenapa Seaman sulit untuk menyatakan pensiun??

Jujur ya, saat kontrak pertama saya kerja di kapal itu rasanya pengin pulang aja. Apalagi minggu-minggu pertama nyampe di kapal, rasanya itu sungguh-sungguh sangat tidak mengenakkan. Semua terlihat asing, semua terasa asing, dan semua terasa aneh.Dalam hati berkata “ini kontrak terakhirku di kapal, ga mau dah brangkat lagi, enakan kerja dirumah”. And you know… apa yang terjadi selanjutnya, eeeh ternyata balik lagi dan balik lagi. Bikin target baru lagi, abis expired Visa aja dah selesai kerja dikapal, dan apa yang terjadi, baru kemarin renew C1d Visa yang ketiga kalinya. wkwkwkwkwkw… Kapan jadi pensiunnya coey??

Trus kembali lagi ke judul tulisan ini, “Kenapa seaman itu sulit menyatakan pensiun?” Yuuuk kita bahas dibawah ini, kenapa.. why?? Penulis bertanya-tanya pada teman-teman sesama pelaut, dan merangkumnya di tulisan ini.

  1. Utang Numpuk. Inilah alasan paling kuat,  hampir semua pelaut mengalaminya, dan sebelum kita-kita pelaut berangkat berlayar sudah bikin yang namanya UTANG. Yeeep jujur, untuk mengurus keperluan berlayar pertama itu kita harus mengeluarkan uang yang lumayan besar, melebihi 30 juta. Sudah tentu saya pribadi tidak memiliki tabungan sebesar itu untuk membiayai semua itu. Kenapa bisa besar, Of Course… Dokumen-dokumen yang dibutuhkan itu banyak, mulai dari Pasport, Seaman Book, BST, Visa, tiket pesawat dan banyak lagi plus kita kena Fee dari calo (bagi yang ga mau repot) sssst… keep secret ya… wkwkwkwkw…. 
  2. Target/Goal yang belum tercapai. Target apaan nieh?? Ya banyak, ada yang menargetkan punya rumah, ada yang menargetkan punya tanah, ada yang menargetkan punya mobil dan banyak lagi. Kebanyakan seorang pelaut itu ga pernah puas akan targetnya, Goalnya punya rumah, eeeh bikin goal baru lagi… beli mobil baru. Setelah itu bikin goal baru lagi, bikin usaha. trus trus dan truuus.
  3. Gaji terlanjur besar. Ukuran orang bule sieh gajihnya pelaut itu ga ada apa-apanya, tapi untuk ukuran orang Indonesia?? Besar coey… Gajinya manager aja ga sebesar gajinya pelaut, betul ga?? Apalagi pas nyampe rumah, mau ngelamar kerjaan trus digaji Rupiah, teringat akan saat-saat kerja dikapal pesiar bergaji puluhan juta. What happen?? ga trima gaji kecil, balik kerja ke kapal pesiar lagi.
  4. Planning yang salah. That what was happened to me, yeeep… salah perencanaan keuangan, ga bisa ngatur aliran uang. Sesuatu yang seharusnya ga perlu dibeli kita beli, terlalu royal dan uang pun abis ga tau kemana. Apa yang terjadi, Balik lagi ke poin kedua, Goalnya ga bakal pernah tercapai. That correct??
  5. Punya Istri Simpanan Kerja di kapal. Jangan bongkar aibnya orang ya… wkwkwkwk.. Just kidding coeey, Tapi ini benar terjadi looh. Tanfa menunjukkan siapa itu, dan ini tidak terjadi pada penulis “I love my wife”. Ada sebagian pelaut yang punya istri simpanan di kapal dan istri sahnya dirumah menunggu tidak tau apa yang terjadi dengan suaminya di negeri orang. Mereka terlanjur asyik kerja di kapal, apalagi kebutuhan biologisnya terpenuhi setiap harinya, ya jadinya terasa home away from home.
  6. Punya Pacar/ istri resmi di kapal, nah… kalo pacar atau istri resminya bareng-bareng kerja di kapal sieh mantaaap… jangan dibahas dah rasanya gimana coey..

Itu belum semua alasan dari seman yang masih kuat kerja bertahun-tahun bahkan ada yang melebihi 30tahun. Masih banyak lagi alasan-alasan mereka untuk masih mencari si DOLLAR sampe ke negeri orang, tergantung pribadinya dari mereka. Dan mungkin teman-teman pengunjung blog ini punya alasan lain, silahkan utarakan di kolom komen dibawahini.

Please follow and like us:
error0
Tweet 20
fb-share-icon20